Ibu bekerja adalah perempuan yang bekerja di luar rumah dan memperoleh penghasilan dari pekerjaannya. Kebutuhan ibu bekerja meliputi kebutuhan psikologis, rasa aman, lingkungan sosial yang nyaman, serta aktualisasi diri. Status sebagai ibu bekerja dapat menimbulkan dampak bagi keluarga maupun pekerjaan, antara lain berkurangnya waktu kebebasan, meningkatnya tanggung jawab, dan perubahan dalam hubungan suami istri. Selain itu, meninggalkan anak dalam waktu yang cukup lama untuk bekerja dapat menimbulkan tekanan, kelelahan, emosi yang tidak stabil, serta berkurangnya kemampuan ibu dalam mengasuh anak. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi produksi ASI ibu.

Peningkatan jumlah perempuan yang bekerja menjadi salah satu tantangan dalam keberhasilan program pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif. Masa cuti melahirkan yang terbatas menyebabkan ibu hanya dapat memberikan pendampingan dan menyusui secara intensif pada beberapa bulan pertama kehidupan bayi. Mayoritas ibu bekerja memiliki jam kerja lebih dari 7 jam sehari sehingga sebagian besar waktu dipergunakan untuk bekerja dan tidak berada di rumah. Selain itu, waktu istirahat yang singkat turut memberikan keterbatasan waktu bagi ibu bekerja untuk memberikan ASI kepada bayinya. Sebaliknya, ibu yang memiliki waktu kerja kurang dari atau sama dengan 7 jam memiliki waktu istirahat yang lebih banyak sehingga dapat pulang dan memberikan ASI secara langsung atau melakukan pemerahan ASI. Jika ibu bekerja, kemungkinan untuk tidak memberikan ASI Eksklusif menjadi lebih besar, karena kurangnya waktu interaksi antara ibu dan anak, kurangnya dukungan dari atasan berupa pemberian waktu istirahat khusus, serta tidak tersedianya ruang laktasi di tempat kerja.
Hambatan dalam pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi tingkat pengetahuan, kondisi psikologis, kondisi fisik, dan sikap ibu. Faktor eksternal meliputi adanya keyakinan yang tidak tepat di masyarakat, kondisi sosial ekonomi, serta kurangnya dukungan dari tenaga kesehatan, lingkungan tempat bekerja, dan keluarga. Berdasarkan penelitian, penyebab kegagalan pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja antara lain kurangnya dukungan keluarga khususnya dari suami dan ibu mertua, terbatasnya persediaan ASI perah, serta keterbatasan waktu untuk melakukan pemompaan ASI di tempat kerja.
Dukungan keluarga sangat diperlukan dalam keberhasilan pemberian ASI Eksklusif, khususnya bagi ibu yang bekerja. Bentuk dukungan tersebut antara lain memberikan dukungan penuh kepada ibu, mengingatkan bahwa ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dengan makanan bergizi, memastikan ibu mendapatkan waktu istirahat yang cukup dengan membantu merawat bayi secara bergantian, serta menciptakan suasana lingkungan yang tenang dan nyaman bagi ibu menyusui.
Agar ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI Eksklusif, diperlukan penerapan manajemen laktasi yang tepat, meliputi:
- Jadwal Pemerahan ASI: Melakukan pemerahan ASI secara teratur setiap 2-3 jam sekali atau saat ibu merasa payudaranya penuh selama berada di tempat kerja untuk menjaga produksi ASI tetap lancar.

- Wadah dan Pelabelan: Menyimpan ASI hasil perah dalam wadah steril khusus ASI berupa botol kaca, botol plastik bebas BPA (Bisphenol A yaitu zat kimia sintetis atau bahan industri yang biasa dipakai untuk membuat plastik jenis polikarbonat agar lebih kuat serta resin pelapis kaleng), atau kantong ASI. Setiap wadah diberi label berisi nama ibu, tanggal, dan jam saat ASI diperah.

Gambar 48. Pelabelan di Kantong ASI
- Penyimpanan Sementara di Tempat Kerja: Setelah diperah, ASI segera didinginkan (disimpan) dalam cooler bag yang dilengkapi ice pack dengan daya tahan maksimal 24 jam.
- Penyimpanan di Rumah:
- Kulkas bagian bawah suhu 4°C: maksimal 4 hari
- Freezer kulkas 1 pintu: maksimal 2 minggu
- Freezer kulkas 2 pintu / deep freezer: maksimal 6 bulan
- Pencairan dan Penghangatan: ASI beku dicairkan secara bertahap di dalam kulkas bagian bawah selama 12 jam dan dihangatkan dengan cara direndam dalam air hangat. ASI yang telah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali dan harus habis dikonsumsi dalam waktu 2 jam.
- Metode Pemberian: ASI perah diberikan kepada bayi oleh pengasuh di rumah menggunakan media cangkir atau sendok.
- Dukungan Fasilitas di Tempat Kerja: Tersedianya ruang laktasi yang bersih, nyaman, dan dilengkapi fasilitas cuci tangan, serta pemberian waktu khusus untuk memerah ASI tanpa mengurangi hak istirahat.
Status ibu bekerja bukan merupakan alasan untuk tidak memberikan ASI Eksklusif. Keberhasilan pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja sangat bergantung pada komitmen ibu, dukungan keluarga, penerapan manajemen laktasi yang baik termasuk cara pemerahan dan penyimpanan ASI perah yang benar, dan adanya kebijakan dan fasilitas yang mendukung di lingkungan tempat kerja.
- Alur Dukungan menyusui Bagi Ibu Bekerja
[IBU BEKERJA]
↓
[1. KELUARGA] → Memberi semangat & bantu di rumah
↓
[2. TEMPAT KERJA] → Sediakan waktu & Ruang Laktasi
↓
[3. TENAGA KESEHATAN] → Edukasi & atasi masalah
↓
[4. PEMERINTAH] → Buat kebijakan & pengawasan
↓
[HASIL: ASI Eksklusif 6 Bulan Tercapai]