- Kolostrum
- ASI pertama yang diproduksi sejak akhir kehamilan hingga 1–3 hari setelah melahirkan.
- Berwarna kuning keemasan dan lebih kental.
- Diproduksi dalam jumlah sedikit tetapi sangat sesuai dengan kebutuhan bayi baru lahir.
- Kaya akan antibodi, terutama imunoglobulin A (IgA), yang membantu melindungi bayi dari infeksi.
- Berfungsi sebagai imunisasi pertama bagi bayi.
- ASI Transisi (Transitional Milk)
- Diproduksi pada hari ke-4 hingga sekitar hari ke-14 setelah persalinan.
- Warna lebih putih dan teksturnya lebih cair dibandingkan kolostrum.
- Kandungan lemak, laktosa, kalori, dan vitamin meningkat.
- Membantu memenuhi kebutuhan energi bayi yang semakin bertambah.
- Produksi ASI mulai meningkat secara signifikan pada fase ini.
- ASI Matur (ASI Matang)
- Diproduksi setelah sekitar 2 minggu pascapersalinan.
- Berwarna putih kebiruan dan lebih encer dibandingkan kolostrum.
- Mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan.
Terdiri dari dua bagian:
- Foremilk
- ASI yang keluar pada awal menyusui.
- Lebih encer dan kaya air.
- Mengandung protein, vitamin, mineral, dan laktosa.
- Berfungsi menghilangkan rasa haus bayi.
- Hindmilk
- ASI yang keluar pada akhir proses menyusui.
- Lebih kental dan kaya lemak.
- Memberikan energi lebih tinggi.
- Membantu meningkatkan berat badan bayi dan memberikan rasa kenyang.