Salah satu masalah yang sering muncul adalah rasa gatal pada payudara akibat kulit kering, penggunaan bra yang ketat, atau gesekan berulang. Terkadang gatal juga merupakan tanda awal infeksi jamur. Ibu dapat membantu meredakan iritasi dengan menggunakan bra berbahan katun, menghindari sabun atau produk berbahan kimia di area payudara, serta mengoleskan sedikit ASI pada kulit yang kering. Bila gatal disertai ruam atau nyeri hebat, ibu dianjurkan untuk memeriksakan diri pada tenaga kesehatan untuk mengetahui apakah ada infeksi seperti dermatitis atau thrush.
- Aliran ASI Lambat (Let-Down Reflex Lemah)
Beberapa ibu mengalami kesulitan saat let-down reflex (refleks keluarnya ASI) tidak muncul dengan cepat. Hal ini menyebabkan bayi tampak frustrasi, melepas payudara, atau menangis. Let-down yang lambat sering disebabkan oleh stres, kelelahan, atau kecemasan. Untuk membantu memperlancar refleks ini, ibu bisa melakukan relaksasi sebelum menyusui, seperti bernapas dalam, memijat lembut payudara, atau mengompres hangat. Lingkungan yang tenang dan dukungan emosional juga sangat berpengaruh. Dengan suasana yang lebih nyaman, tubuh ibu lebih mudah merespons rangsangan bayi dan melepaskan ASI.
- ASI Tidak Keluar Tiba-tiba (Breast Refusal Episode pada Ibu)
Kadang ibu mengalami hari-hari di mana ASI terasa tidak keluar sama sekali atau jumlahnya sangat sedikit. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan dipicu oleh stres, kurang tidur, sakit, atau jarang menyusui. Tubuh ibu sangat sensitif terhadap perubahan hormonal dan emosional. Solusi terbaik adalah tetap menyusui atau memompa secara teratur, meningkatkan asupan cairan, makan makanan bergizi, dan beristirahat cukup. Hindari langsung panik atau menambah susu formula tanpa konsultasi karena langkah tersebut bisa menurunkan produksi ASI lebih jauh. Membuat jadwal pompa yang konsisten juga dapat membantu menstimulasi produksi ASI kembali normal.